Pray for Cianjur

Gempa teknonik berkekuatan 5,6 magnitudo yang terjadi senin 21 November 2022 lalu meluluh lantahkan wilayah Cianjur dan sekitarnya. BMKG merilis gempa yang terjadi ini adalah gempa tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake memang menimbulkan kerusakan pada permukaan karena sifatnya dangkal dan berada di darat. Selain itu gempa susulan yang terjadi sudah mulai melandai namun sebelumnya BMKG melaporkan telah terjadi gempa susulan sebanyak 171 dengan skala kecil.

BNPB merilis korban meninggal hingga saat ini telah menyentuh angka 271 jiwa. "Per hari ini (24/11) 271 jenazah sudah teridentifikasi. Pencarian dan evakuasi gabungan dari tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/POLRI dan relawan lebih dari 1.000 personil. Hasilnya menemukan empat orang, tiga meninggal dunia di Cugenang dan satu selamat. Masih ada korban hilang 40 orang," jelas Kepala BNPB di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat.

Tim Jagat Mapala Cianjur secara tanggap mulai bergerak beberapa jam setelah gempa pertama terjadi, dengan menurunkan tim assesment sebanyak 3 personil kemudian personil bertambah dengan beberapa relawan Jagat Mapala dari Cipanas maupun Bandung. Tim di bagi menjadi beberapa bagian; rescue, assesment dan posko management. Di hari kedua paska kejadian mimin bersama beberapa relawan TERRA segera merapat menyusul tim advance yang sudah berada lebih dulu di lokasi dengan membawa tenda pleton sebanyak 4 unit, terpal sebanyak 20 pcs, selimut 200 pcs, air mineral, genset, emergency light dan tentunya perlengkapan komunikasi.

Pada hari H+3 tim Jagat Mapala bersama beberapa sukarelawan lainnya bergabung dalam posko gabungan dibawah koordinasi SAR maupun BPBD untuk mendistribusikan bantuan kemanusian yang berpusat di posko tanggap darurat BNPB ke seluruh penjuru Cianjur. Ada beberapa kendala yang dihadapi tim dalam proses pendistribusian diataranya akses jalan yang terputus dan tidak adanya sinyal selular untuk berkoordinasi dengan posko.

Tim jagat Mapala yang berjumlah 20 personil dengan beberapa armada mobil 4x4 dan sepeda motor trabas berhasil mendapati wilayah Cianjur lebih dalam yang luluh lantah dan belum mendapatkan bantuan. Jagat Mapala melakukan misi kemanusian dengan cara humanis yaitu berbaur dengan para korban, sehingga bisa diterima warga sebagai sahabat maupun saudara sepenanggungan. Semoga badai cepat berlalu. (FA)