Pertolongan Pertama Di Gunung dan Hutan

Bagi para hikers dan pendaki pemula, menuju puncak gunung adalah suatu kebanggan dan memiliki kepuasan tersendiri. Namun perlu diperhatikan pula hal-hal pendukung untuk mengatasi berbagai kendala selama di perjalanan. Bila terjadi gangguan, apa saja yang harus dilakukan? Kali ini mimim Jagat Mapala berbagi info tentang pertolongan pertama di gunung dan hutan. Definisi Penolong pertama (First Aider) adalah penolong yang pertama kali tiba ditempat (bisa teman / anggota kelompok / rescuer yang memiliki kemampuan gawat darurat.

Teknik pertolongan pertama saat pendakian untuk beberapa masalah kesehatan yang umum terjadi:

1. Hipotermia - Pada suhu udara yang sangat rendah di puncak gunung, permasalahan yang biasa terjadi adalah hipotermia. Masalah kesehatan ini merupakan turun drastisnya suhu tubuh dikarenakan lingkungan yang sangat dingin. Gejalanya yaitu gigilan yang hebat, perasaan melayang, pandangan yang buyar dan detak nadi yang lambat. Penanganan: Pada saat seperti ini, penanganan pertama yang dilakukan adalah dengan membawa si penderita hipotermia ke tempat yang hangat dan beri minuman hangat. Yang perlu diingat, usahakan agar korban tetap tersadar sehingga kita dapat mengetahui bagaimana kondisi yang ia rasakan.

2. Pingsan - kadang terjadi saat proses pendakian. Daya tahan tubuh yang tidak cukup kuat dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran sementara karena otak kekurangan oksigen, kondisi perut belum cukup terisi, atau terlalu memaksakan diri mengeluarkan banyak tenaga. Penanganan: Secepat mungkin baringkan korban dalam posisi terlentang dan tinggikan kaki melebihi jantung. Sebisa mungkin buat pernafasannya longgar dengan melepas ikatan ransel atau hal lain yang menganggu pernafasannya. Setelah siuman, beri ia air minum untuk menenangkan diri. Ingat, air minum diberikan setelah korban siuman, jangan berikan saat masih pingsan karena beresiko tersedak.

3. Terkilir - Jalur pendakian dan medan pendakian yang cukup berat adalah hal yang biasa dihadapi seorang pendaki. Pada medan yang demikian, kaki terkilir adalah masalah yang kerap muncul karena terpeleset atau terjatuh saat mendaki. Penanganan: Lakukan RICE, yaitu istilah dokter yang menjelaskan tentang Rest, Ice, Compression, dan Elevate. Pertama istirahatkan, kemudian tempelkan kantung es atau apapun materi yang dingin, lalu kompresi dengan membalut kaki yang terkilir supaya tidak banyak goncangan, dan terakhir dengan meninggikan bagian yang terkilir tersebut untuk mengurangi pembekakan yang terjadi. Hindari penanganan yang malah memperburuk gejala yang dialami seperti pada saat cedera engkel, jangan lakukan gerakan menekuk kaki seperti orang terkena kram otot.

4. Kram - Saat mendaki gunung, kinerja kaki menjadi dua kali lipat ketimbang berjalan seperti biasa di tanah yang datar. Pada saat seperti ini, masalah yang umum sering terjadi adalah kram. Tertariknya otot dan terasa kaku menjadi hal yang menghambat perjalanan pendakian kita. Penanganan: Posisikan kaki korban senyaman mungkin, lalu pijat perlahan telapak kaki korban dan bagian yang terasa kram. Pada bagian yang terasa kram, pijatlah berlawanan arah dengan bagian yang sedang kontraksi. Usahakan jempol kaki korban untuk digerakkan ke depan (seperti menunjuk namun menggunakan jempol kaki).

5. Asma - Kerap kali yang tidak disadari bahwa asma sering menyerang para pendaki gunung, khususnya yang memang mengidap asma. Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan/gangguan saluran pernafasan yang biasanya gejalanya timbul sesak nafas, irama nafas tidak teratur, terjadinya perubahan warna kulit menjadi pucat dan kesadaran yang menurun. Penanganan: Jika gejala di atas mulai nampak, baiknya kalian segera menenangkan korban, bawa ke tempat yang sejuk, posisikan ia menjadi setengah duduk. Bila kondisi parah, segera beri oksigen bantuan atau segera cari bantuan orang untuk membantu kalian mengatasi hal ini.

6. Pusing - Banyak masalah-masalah kesehatan pada saat pendakian gunung yang sering kita alami seperti pusing, nyeri kepala, maupun vertigo. Penyebabnya bermacam-macam seperti kelelahan, lapar, dan lain-lain. Gejala yang dialami berupa pening, kepala berdenyut, ataupun pandangan buyar dan kepala terasa berat. Penanganan: Pada saat seperti ini, istirahatkan korban, beri ia minum dan makanan. Tenangkan korban dan bila perlu berikan obat. Jangan memaksakan kehendaknya bila memang ia belum pulih dari gejala pusing yang dialaminya.

7. Mimisan - Udara dingin yang menusuk hingga ke tulang adalah santapan utama yang disajikan gunung. Karena suhu yang ekstrim, kadangkala dari hidung seseorang keluar darah atau biasanya kita sebut mimisan. Gejala yang dialami berupa nyeri pada hidung dan kadang disertai rasa pusing. Penanganan: Mintalah korban untuk menekan cuping hidung dan mintalah ia untuk bernafas melalui mulut. Pada saat ini pula, bersihkan hidung luar dari darah dan buka setiap 5 atau 10 menit. Ingat, jangan pernah dongakkan kepala karena bisa berakibat tersedak karena darah yang keluar masuk kembali ke saluran pernafasan. Jika mimisan masih berlanjut, segeralah cari bantuan medis dengan turun ke basecamp. (FA)

 


Komentar (0)

Silakan login untuk mengisi komentar