Pecinta Alam bukan hanya sebuah label

Kesalah-pahaman mendasar pada umumnya di masyarakat tentang apa itu pecinta alam adalah pendaki gunung, pecinta alam adalah hobi kemping, pecinta alam adalah traveller ke alam bebas. Sebagai pecinta alam, deskripsi pecinta alam sering kali salah diartikan. Pecinta alam adalah insan yang mencintai alam dan berkewajiban melestarikan alam. Alam tidak hanya di gunung, hutan rimba, sungai, laut. Lihatlah sekitarmu itulah alam. Cintai dan jagalah alam sekitarmu.

Kini tingkat kerusakan alam akibat bencana alam yang disebabkan oleh manusia semakin meningkat seperti tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan, punahnya spesies hewan dan sebagainya. Setelah terjadi bencana lalu manusia menyalahkan alam. Memang selain bencana akibat ulah manusia ada juga bencana alam yang disebabkan oleh alam itu sendiri atau natural disaster. Seperti erupsi gunung berapi, gempa bumi, gelombang tsunami.

Jagat Mapala hadir dalam sharing session di hadapan 100 mahasiswa pecinta alam se-Indonesia dalam acara Temu Wicara Kenal Medan di Tasikmalaya (11 juni 2022) untuk membangun rasa yang sama dalam menjaga alam ini khususnya di Indonesia. Dalam kesempatan itu Jagat Mapala mengingatkan untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan menjaga alam bukan menaklukan alam.  

Melalui kolaborasi dengan program TERRA, Jagat Mapala kerap hadir untuk membantu atau me-recovery korban natural disaster di Indonesia. Jagat Mapala melakukan aksi kemanusiaan bersifat sukarela / volunteer ketempat yang sulit dijangkau. Untuk bisa turun ke operasi penyelamatan tentunya dibutuhkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan tentang alam. Kedepan Jagat Mapala akan banyak melakukan diskusi maupun pelatihan demi meningkatkan keterampilan para pecinta alam untuk dapat berkontribusi dalam proses pemulihan akibat natural disaster. 

Tertarik dalam program Jagat Mapala kedepan? mari bergabung dengan hati yang bersih dan tanpa biaya sama sekali.


Komentar (0)

Silakan login untuk mengisi komentar